Di semua blog saya selalu ada Talitha, atau secara pergaulan umum dipanggil.. tatak!. Pertemuan dengan Tata terjadi di Paduan Suara SMA. Saya kenal dekat Tata dari perkumpulan nyanyi-nyanyi cantik itu. Sebenarnya bingung juga apa titik balik saya bisa sering ngobrol sama Tata, tetapi yang pasti saya sering ke rumah Tata dulu karena latihan paduan suara dirumahnya yang perbankan sekali, Komplek Bank M*andiri. Kebetulan rumah Tata cukup strategis dan pastinya punya piano yang asyik meski jarang disetem. Hal yang terkenal dari rumah Tata adalah, Soto buatan mamanya, begitu berbekas sehingga kami takkan menolak latihan di sana. Selain bunyi piano, rumah tata juga ramai bunyi mesin jahit, karena mamanya suka bikin-bikin baju cantik tuk orang-orang.
Setelah lulus Tata kuliah di ITB, Bandung.. dan saya harus ke Jogja. Tapi hal itu tak memutus tali percurhatan kami. Saling cerita hal penting dan kadang cuman curhat-lari, abis curhat kemudian ga dibales lagi. Tata pernah ke Jogja dan bawakan saya oleh-oleh kaos Sarasvati, Alhamdulillah masih muat.
Saat konser Sarasvati di Sabuga, Tata pun bawakan saya minum es teh masa kini dengan buble-buble berwarna pekat di bagian bawah gelas. Tentunya segelas kebaikan Tata harus saya minum meski dingin dan lagi batuk-pilek.
Keinginan kami yang belum terjadi hingga kini adalah bisa ketemu lagi di malam keakraban adek-adek paduan suara, dan bisa nyanyi bareng teman sebaya lain (yang sudah bersuami dan punya anak)
Akhir-akhir ini saya lama tak curhat-lari di media bertukar pesan manapun, apa lagi setelah kejadian itu (yang itu tuuh). Bingung sebenarnya takutnya Tata curhat dan saya cuma bisa bales pake sticker aja.
Dengar-dengar kini Tata kerja di start-up gubahan orang Jepang di Bandung. Semoga berbahagia selalu dan sehat tentunya, karena Bandung itu dingin dan pastinya lapar tak henti-henti. Jangan lupa kelon ya tal.
Setelah lulus Tata kuliah di ITB, Bandung.. dan saya harus ke Jogja. Tapi hal itu tak memutus tali percurhatan kami. Saling cerita hal penting dan kadang cuman curhat-lari, abis curhat kemudian ga dibales lagi. Tata pernah ke Jogja dan bawakan saya oleh-oleh kaos Sarasvati, Alhamdulillah masih muat.
Saat konser Sarasvati di Sabuga, Tata pun bawakan saya minum es teh masa kini dengan buble-buble berwarna pekat di bagian bawah gelas. Tentunya segelas kebaikan Tata harus saya minum meski dingin dan lagi batuk-pilek.
Keinginan kami yang belum terjadi hingga kini adalah bisa ketemu lagi di malam keakraban adek-adek paduan suara, dan bisa nyanyi bareng teman sebaya lain (yang sudah bersuami dan punya anak)
Akhir-akhir ini saya lama tak curhat-lari di media bertukar pesan manapun, apa lagi setelah kejadian itu (yang itu tuuh). Bingung sebenarnya takutnya Tata curhat dan saya cuma bisa bales pake sticker aja.
Dengar-dengar kini Tata kerja di start-up gubahan orang Jepang di Bandung. Semoga berbahagia selalu dan sehat tentunya, karena Bandung itu dingin dan pastinya lapar tak henti-henti. Jangan lupa kelon ya tal.
Comments
Post a Comment