Di suatu musim kemarau yang cukup asyik, saya dikontak via SMS oleh seseorang ini untuk sebuah pertemuan. Dalam pertemuan itu, belio menginginkan saya bergabung dalam tim sosial media di agensi yang memangkunya. Ketika itu saya masih menjadi admin twitter sebuah akun yang kini tengah tertidur lelap. Sepertinya Suryo alias Sur alias Ahong alias Hong, melihat kemahiran saya membuat tweet-tweet dan tertarik membajak hati dan pikiran saya menjadi bagian dari timnya.
Suryo atau sering dipanggil Ahong oleh khalayak (karena dia cino), dalam pandangan saya adalah pribadi yang... gagal menjadi selebtweet. Kira-kira 3 tahun yang lalu ia memiliki impian menjadi sejajar dengan Amrazing atau paling tidak bisa menyaingi Rasarab (menjadi rascina ?). Semua impian sirna karena followernya tak kunjung berkembang.
Meski begitu, ia tak hilang akal dan membuat sebuah akun yang sangat inovatif : @ngertira (https://twitter.com/NgertiRa ) Sebuah akun pengetahuan umum berbahasa Jawa. Hasilnya kini ada 6000an pengikutnya di Twitter. Ambisinya tuk terkenal di dunia maya hingga kini belum berakhir, mari kita tunggu saja apa yang akan Ahong lakukan lagi.
4 tahun mengenal Ahong, saya kira-kira kehilangan 1 tahun bersama dengannya, karena ia harus pindah ke Maluku. Ditengah ngantor di sebuah agensi digital di Sleman tiba-tiba datang berita Suryo harus pergi karena ikut Ibuk dan Bapak ke Maluku (apa Ambon ?). Ya pokoknya ke kepulauan Halmahera. Aktifitas Ahong di sana cukup menarik dan ia tergabung dalam satu perkumpulan yang asyik. Kesehariannya dalam pantauan saya tidak jauh dari aksi sosial dan ketahanan pangan. Bercocok tanam dan aksi berbagi menjadi hal yang sering muncul di laman Facebooknya.
Setahun berlalu, perkumpulan itu ternyata dicekal dan "diharamkan" tanpa sebab. Pasca kejadian itu pula entah kebetulan atau tidak, Ahong kembali ke Jogja tuk memulai hidup baru. Berbekal skill dan keberanian dan nyali ia berusaha hidup dan tanpa henti mencari adik-adik lucu.
"der mbok au dikenali adek-adek"
Sebelum ke Maluku Ahong sempat jalan dengan seorang perempuan yang sayangnya ia tinggali. Tentunya saya berikan saran yang apik.
"hong, karo sing lawas kae lho"
Lalu ia menjawab, "ah isin aku"
Begitu cerita Ahong dan adik-adiknya. Padahal Ahong orang yang baik, tak jarang saya minta tolong secara agak tak manusiawi. Tapi entah mengapa selalu jadi dan bagus.
Kini Ahong sudah bisa hidup dari karya-karyanya. Mungkin saja ia terinspirasi dari kata-kata youtubers : Balas dengan Karya. Ini video-video yang sudah dikerjakan Ahong :
https://www.youtube.com/channel/UCBIqDVlvw7c3JPSJDkS_Ryg
kalau harga saya kurang tahu-menahu, yang pasti Ahong suka sama JKT 48.
Suryo atau sering dipanggil Ahong oleh khalayak (karena dia cino), dalam pandangan saya adalah pribadi yang... gagal menjadi selebtweet. Kira-kira 3 tahun yang lalu ia memiliki impian menjadi sejajar dengan Amrazing atau paling tidak bisa menyaingi Rasarab (menjadi rascina ?). Semua impian sirna karena followernya tak kunjung berkembang.
Meski begitu, ia tak hilang akal dan membuat sebuah akun yang sangat inovatif : @ngertira (https://twitter.com/NgertiRa ) Sebuah akun pengetahuan umum berbahasa Jawa. Hasilnya kini ada 6000an pengikutnya di Twitter. Ambisinya tuk terkenal di dunia maya hingga kini belum berakhir, mari kita tunggu saja apa yang akan Ahong lakukan lagi.
4 tahun mengenal Ahong, saya kira-kira kehilangan 1 tahun bersama dengannya, karena ia harus pindah ke Maluku. Ditengah ngantor di sebuah agensi digital di Sleman tiba-tiba datang berita Suryo harus pergi karena ikut Ibuk dan Bapak ke Maluku (apa Ambon ?). Ya pokoknya ke kepulauan Halmahera. Aktifitas Ahong di sana cukup menarik dan ia tergabung dalam satu perkumpulan yang asyik. Kesehariannya dalam pantauan saya tidak jauh dari aksi sosial dan ketahanan pangan. Bercocok tanam dan aksi berbagi menjadi hal yang sering muncul di laman Facebooknya.
Setahun berlalu, perkumpulan itu ternyata dicekal dan "diharamkan" tanpa sebab. Pasca kejadian itu pula entah kebetulan atau tidak, Ahong kembali ke Jogja tuk memulai hidup baru. Berbekal skill dan keberanian dan nyali ia berusaha hidup dan tanpa henti mencari adik-adik lucu.
"der mbok au dikenali adek-adek"
Sebelum ke Maluku Ahong sempat jalan dengan seorang perempuan yang sayangnya ia tinggali. Tentunya saya berikan saran yang apik.
"hong, karo sing lawas kae lho"
Lalu ia menjawab, "ah isin aku"
Begitu cerita Ahong dan adik-adiknya. Padahal Ahong orang yang baik, tak jarang saya minta tolong secara agak tak manusiawi. Tapi entah mengapa selalu jadi dan bagus.
Kini Ahong sudah bisa hidup dari karya-karyanya. Mungkin saja ia terinspirasi dari kata-kata youtubers : Balas dengan Karya. Ini video-video yang sudah dikerjakan Ahong :
https://www.youtube.com/channel/UCBIqDVlvw7c3JPSJDkS_Ryg
kalau harga saya kurang tahu-menahu, yang pasti Ahong suka sama JKT 48.
Comments
Post a Comment