Tak dikira ternyata Oscar juga warga negara spesial karena tinggal di Tangerang Selatan. Tulisan ini sebenarnya hanya selebrasi menonton Oscar Lolang secara langsung di sebuah acara kewren Sabtu kemarin. Penampilannya diawali hujan yang tak henti hingga di awal penampilannya sembali menunjuk ke langit ia menggumam,
"she starts to dance"
sambil memasang kapo di gitarnya kalimat itu diulang kembali dan dinyanyikanlah lagu "Yellow Moon" yang terlalu magis sehingga hujan tak datang lagi, meski gerimis. Kedatangannya ke Jogja untuk manggung adalah yang pertama kali. Oscar dan manajemennya, Microgram sangat ramah dan cenderung mendekatkan diri kepada musisi-musisi, ngobrol satu sama lain sembari menawarkan botol Pondoh Indah. Kesempatan ke Jogja ini dimanfaatkan oleh mereka untuk bisa bertemu, dan menyaksikan artist Jogja meski mereka agak menyesal melewatkan penampilan Backyard Lullaby dan kemudian menyampaikan,
"kalau main ke Bandung kabarin yah, mau nonton"
Begitu juga setelah ia tau kalau Sungai, band Jogja lainnya, batal satu jadwal dengan Oscar Lolang.
"iya padahal penasaran mau nonton, kemaren langsung saya message ke Instagramnya Sungai"
Oscar dibantu dua backing vocal yang ketika soundcheck saya sempat mengira itu adalah suara efek vokal, dan ternyata ialah ulah Andri dan Jon yang mengisi suara belakang. Ketika selesai tampil ketiganya saya minta untuk melegalisir setlist yang tersisa di belakang panggung. Untuk kenang-kenangan.
Menyaksikan tampilan langsung Oscar Lolang seperti mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals namun berbahasa inggris. Lirik-liriknya setara dengan lagu, Oemar Bakrie, Sugali, Sore Tugu Pancoran atau Azan Subuh Masih Di Telinga. Maka tidaklah lebay kalau Oscar disebut menyelamatkan musik Folk (populer) di Indonesia.
Kalau main lagi tentunya saya mau datang lagi, bisa halo-halo lagi sama Maura, adeknya.
Comments
Post a Comment