Nama aselinya ialah Cynthia ? Cyntia ? Bamby. Nama Caulfield dibelakang adalah nama Facebooknya. Cukup alay namun cukup beralasan pula. Dari pencarian saya di google, Caulfield terindikasi sebagai daerah sub-urban di Aussie. Awalnya saya mengira mungkin Bamby suka daerah-daerah pedesaan begitu ya. Tetapi dari pendalaman lebih lanjut, nama Caulfield lebih condong kepada sosok Emo : Holden Caulfield. Nama Cyntia Bamby mungkin terlalu perempuan, karena Bamby... terkadang perempuan.
Pertemuan dengan Bamby terjadi di bangku kuliah, saat itu dia hobi bersepeda hingga sepedanya (yang bisa dilipat-lipat) hilang diangkut maling. Keseruan tentang Bamby bisa dilihat di blognya yang asyik :http://logikatanpacela.blogspot.co.id/ . Dulu di awal kuliah, sebelum Twitter menyerang blog-blog anak-anak kampus sering menjadi omongan di dunia nyata. Blog Bamby salah satunya. Dengan trademark "tete-ayam" "tete" dan segala "tete-isme" lainnya menjadi tren sering dipakai khalayak, contohnya : dosen-tete , ujan-tete, dasar-tete, dan ketetean lainnya.
Semenjak lulus dan ke DKI untuk bekerja, jarang kembali terlihat ke-tete-an Bamby, hingga akhirnya dia bikin video facebook : https://www.facebook.com/bambycaulfield/videos/10208775975413072/
berisi keriyaan ia dengan buku-buku yang dia beli. Dari kuliah pun Bamby sering me-review buku-buku tebal berbahasa Inggris yang ia baca di blognya.
Bekerja di Ismaya membuat Bamby menjadi perempuan sejati secara visual. Lebih sering terlihat bergincu dan berkalungkan scarf a la Amelia Earheart di leher meski cara jalannya tetap space-dua-ubin. Paling tidak ini menegaskan keperempuanan Bamby di hidupnya kini, serta semoga tak ada perempuan yang mendekati karena (sepertinya) ia masih suka lelaki.
Pertemuan dengan Bamby terjadi di bangku kuliah, saat itu dia hobi bersepeda hingga sepedanya (yang bisa dilipat-lipat) hilang diangkut maling. Keseruan tentang Bamby bisa dilihat di blognya yang asyik :http://logikatanpacela.blogspot.co.id/ . Dulu di awal kuliah, sebelum Twitter menyerang blog-blog anak-anak kampus sering menjadi omongan di dunia nyata. Blog Bamby salah satunya. Dengan trademark "tete-ayam" "tete" dan segala "tete-isme" lainnya menjadi tren sering dipakai khalayak, contohnya : dosen-tete , ujan-tete, dasar-tete, dan ketetean lainnya.
Semenjak lulus dan ke DKI untuk bekerja, jarang kembali terlihat ke-tete-an Bamby, hingga akhirnya dia bikin video facebook : https://www.facebook.com/bambycaulfield/videos/10208775975413072/
berisi keriyaan ia dengan buku-buku yang dia beli. Dari kuliah pun Bamby sering me-review buku-buku tebal berbahasa Inggris yang ia baca di blognya.
Bekerja di Ismaya membuat Bamby menjadi perempuan sejati secara visual. Lebih sering terlihat bergincu dan berkalungkan scarf a la Amelia Earheart di leher meski cara jalannya tetap space-dua-ubin. Paling tidak ini menegaskan keperempuanan Bamby di hidupnya kini, serta semoga tak ada perempuan yang mendekati karena (sepertinya) ia masih suka lelaki.
Comments
Post a Comment